Suasana semakin haru ketika adik almarhumah menyampaikan cita-citanya kepada Gubernur NTT.

“Bapa Gubernur, beta juga mau jadi dokter seperti kaka. Tolong bantu beta,” ujarnya.

Gubernur NTT Janji Kawal Proses Hukum

Dalam kesempatan itu, Gubernur Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga.

Melki mengungkapkan bahwa dirinya telah mengetahui persoalan yang dialami dr. Icha sejak dugaan intimidasi mulai mencuat. Informasi tersebut diterimanya langsung dari dokter spesialis urologi yang menjadi rekan sejawat almarhumah.

“Saya sejak awal sudah dikontak oleh dokter ahli urologi yang melaporkan kepada saya bahwa dokter Icha mengalami intimidasi di TTU. Karena itu saya langsung meminta Bupati TTU dan Ketua DPRD TTU memberi perhatian khusus terhadap persoalan ini,” ungkapnya.

Menurut Melki, saat itu ia berharap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog sehingga tidak berujung pada tragedi.

“Saya bahkan sempat meminta teman-teman yang bermasalah dengan dokter Icha agar segera menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik, bertemu dan berdialog. Tetapi kemudian saya mendapat kabar dokter Icha meninggal dunia. Ini tentu sangat memukul kita semua,” katanya.

Dugaan Keterlibatan Tiga Anggota DPRD TTU akan Diusut

Gubernur menegaskan Pemerintah Provinsi NTT akan mengawal seluruh proses hukum, termasuk dugaan keterlibatan tiga anggota DPRD Kabupaten TTU.