Kupang, RakyatNTT.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) terus mempersiapkan pelaksanaan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) sebagai salah satu strategi memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui Rapat Penyamaan Persepsi Penyelenggaraan RPL yang digelar di Aula Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP), Kupang, Selasa (26/5/2026).

Pertemuan strategis tersebut melibatkan jajaran pimpinan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), serta Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP).

Agenda utama rapat adalah menyamakan pemahaman terkait prosedur asesmen, standar penjaminan mutu, hingga mekanisme pelaporan mahasiswa melalui sistem digital.

Program Studi jadi Ujung Tombak Asesmen

Kepala Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LPPPM) Undana, Dr. Ir. Jacob Matheos Ratu, M.Kes., menegaskan bahwa program studi memiliki peran sentral dalam pelaksanaan RPL karena menjadi pihak yang melakukan proses asesmen secara langsung.

Menurutnya, penyamaan persepsi sangat penting agar setiap program studi menerapkan standar penilaian yang objektif, seragam, dan tetap menjaga kualitas akademik.

“Penyamaan persepsi ini sangat penting karena prodi yang akan melakukan proses asesmen secara langsung. Kita harus memastikan alur, bukti portofolio yang diperlukan, dan mekanisme rekognisi ini dipahami secara utuh agar kualitas akademik tetap terjaga,” ujar Jacob Matheos Ratu.

Untuk meningkatkan kredibilitas hasil asesmen, Undana juga membuka peluang bagi program studi untuk melibatkan praktisi profesional maupun pihak eksternal yang memiliki kompetensi sesuai bidang keahlian sebagai tim penilai.

Langkah tersebut bertujuan memastikan proses pengakuan pengalaman kerja dan portofolio peserta RPL berlangsung secara transparan, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Beri Kesempatan Kuliah bagi Pekerja Berpengalaman

Program Rekognisi Pembelajaran Lampau di Undana dirancang untuk jenjang Sarjana, Profesi, hingga Magister dengan skema pengakuan kredit akademik hingga 70 persen.

Program ini menjadi solusi bagi tenaga kerja dan praktisi yang telah memiliki pengalaman panjang di dunia kerja namun belum memiliki kualifikasi akademik yang sesuai.

Melalui RPL, peserta tidak perlu mengulang seluruh proses pembelajaran yang kompetensinya telah dibuktikan melalui pengalaman kerja, pelatihan, maupun sertifikasi yang relevan.

Meski menawarkan fleksibilitas, mahasiswa jalur RPL tetap diwajibkan memenuhi standar akademik nasional yang berlaku, termasuk menyelesaikan tugas akhir sebagai bentuk validasi kompetensi dan capaian pembelajaran.

Selain itu, seluruh tahapan asesmen, mulai dari Form Evaluasi Diri (FED), verifikasi dokumen, hingga demonstrasi kompetensi, harus terdokumentasi secara sistematis untuk mendukung pelaporan ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).

Dukung Pembangunan SDM NTT

Pelaksanaan RPL dinilai menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan kesenjangan antara pengalaman kerja dan kualifikasi akademik di Nusa Tenggara Timur.

Melalui sistem yang profesional dan terstandar, Undana berupaya menjadi jembatan bagi para praktisi, tenaga kerja, dan profesional berpengalaman untuk memperoleh pengakuan akademik secara legal tanpa mengabaikan kualitas pendidikan.

Program ini juga diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah serta mendukung kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

Sebagai tindak lanjut, Universitas Nusa Cendana akan melakukan sosialisasi kepada berbagai mitra strategis di seluruh wilayah NTT guna memperkenalkan mekanisme dan manfaat program RPL.

Melalui langkah tersebut, Undana berharap dapat memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kontribusinya dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan pembangunan di masa depan. (*/rnc)