“Penyamaan persepsi ini sangat penting karena prodi yang akan melakukan proses asesmen secara langsung. Kita harus memastikan alur, bukti portofolio yang diperlukan, dan mekanisme rekognisi ini dipahami secara utuh agar kualitas akademik tetap terjaga,” ujar Jacob Matheos Ratu.

Untuk meningkatkan kredibilitas hasil asesmen, Undana juga membuka peluang bagi program studi untuk melibatkan praktisi profesional maupun pihak eksternal yang memiliki kompetensi sesuai bidang keahlian sebagai tim penilai.

Langkah tersebut bertujuan memastikan proses pengakuan pengalaman kerja dan portofolio peserta RPL berlangsung secara transparan, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Beri Kesempatan Kuliah bagi Pekerja Berpengalaman

Program Rekognisi Pembelajaran Lampau di Undana dirancang untuk jenjang Sarjana, Profesi, hingga Magister dengan skema pengakuan kredit akademik hingga 70 persen.

Program ini menjadi solusi bagi tenaga kerja dan praktisi yang telah memiliki pengalaman panjang di dunia kerja namun belum memiliki kualifikasi akademik yang sesuai.

Melalui RPL, peserta tidak perlu mengulang seluruh proses pembelajaran yang kompetensinya telah dibuktikan melalui pengalaman kerja, pelatihan, maupun sertifikasi yang relevan.