Tidak hanya itu, kasus tersebut juga ditemukan pada berbagai latar belakang profesi dan kelompok usia, mulai dari ibu rumah tangga, petani, pekerja swasta, mahasiswa, ASN, aparat negara, pelajar hingga balita.

“Fakta ini menjadi pengingat bahwa persoalan HIV/AIDS adalah tanggung jawab bersama. Tidak boleh ada sikap abai, namun juga tidak boleh ada stigma. Yang harus kita bangun adalah kepedulian, edukasi, dan langkah nyata pencegahan,” ujarnya.

Di hadapan para peserta sosialisasi, Bonefasius turut memberikan pesan khusus kepada para pelajar dan generasi muda agar menjauhi narkoba demi masa depan mereka.

Iklan

“Kepada anak-anakku para pelajar dan generasi muda, saya berpesan: jauhilah narkoba dalam bentuk apa pun. Jangan pernah mencoba, karena masa depan kalian terlalu berharga untuk dipertaruhkan. Jadilah generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah Indonesia bersama komitmen global telah menargetkan berakhirnya epidemi HIV/AIDS pada tahun 2030. Karena itu, sinergi antara pemerintah, keluarga, sekolah, tokoh agama dan tokoh masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan upaya pencegahan.

Menurut Bonefasius, hal tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten SBD, yakni mewujudkan daerah yang berkarakter, sehat, cerdas, berketahanan pangan dan berbudaya menuju Indonesia Emas 2045.