Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ia turut menyinggung sejarah lahirnya Pancasila yang menurutnya tidak terlepas dari kontribusi masyarakat NTT ketika Presiden pertama RI Soekarno menjalani masa pengasingan di Ende, Flores.
“Orang sering bertanya apa sumbangan terbesar NTT untuk Indonesia. Saya katakan salah satunya adalah membantu Bung Karno menemukan Pancasila saat di Ende. Dari sana lahir pemahaman bahwa bangsa ini harus dibangun dalam keberagaman dan gotong royong,” kata Melki.
Menurutnya, nilai gotong royong dalam Pancasila memiliki kesamaan dengan ajaran Yesus Kristus tentang pentingnya hidup bersama dan saling melayani.
“Dari awal para pendiri bangsa sudah meletakkan bahwa kita tidak bisa hidup sendiri-sendiri. Kita harus membuka tangan, bergandengan tangan dan membangun bersama,” ujarnya.
Melki berharap Sidang Majelis Daerah Khusus Gembala BPD GBI NTT tidak sekadar menjadi agenda organisasi gereja, tetapi juga menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat pelayanan dan persatuan.
“Saya percaya keputusan-keputusan yang dihasilkan dari sidang ini bukan hanya dokumen organisasi, tetapi buah nyata yang bisa dipraktikkan dalam pelayanan dan kehidupan sosial masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Melki juga mengajak para pemimpin gereja membangun sinergi konkret dengan pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan