Sementara itu Ketua DPW Pemuda Perindo NTT, Salomiel Arnius Buraen mengatakan, semangat yang harus dibangun hari ini adalah bagaimana masyarakat NTT kembali menyadari bahwa pertanian, peternakan dan perikanan adalah kekayaan yang bisa membawa daerah ini menuju pada sebuah perubahan.

Gerakan yang digaungkan oleh Pemuda Perindo ini, lanjut Salomiel, menyadarkan anak muda di NTT agar kembali melirik potensi dari tiga sektor tersebut. Dengan demikian ada regenerasi dalam pengelolaan sektor potensial yang disebut sebagai “emas NTT”.

“Emas kita adalah pertanian, peternakan dan perkebunan. Kita mengajak agar semua anak muda untuk turun ke sektor ini,” jelasnya.

Ary sapaan akrab Ketua Pemuda Perindo ini menambahkan, panen perdana padi di lahan sawah seluas satu hektar tersebut sebagai contoh awal. Pasalnya, masih ada dua hektar lagi yang siap panen dalam waktu dekat ini.

Selain itu, gerakan pada tiga sektor yang menjadi target Pemuda Perindo ini akan dilakukan juga secara menyeluruh pada setiap daerah di NTT.

Ia juga mengungkapkan, langkah konkret yang dimulai dari tingkat provinsi ini, mendapat dukungan penuh dari Pengurus DPP Pemuda Perindo, sehingga gebrakan ini bakal terus berlanjut.

“Tentu ini semua bukan kekuatan kami sendiri, tapi ada dukungan penuh dari DPP. Kami didukung oleh Pak Ketum,” ungkapnya.