Ia menyebut dukungan datang dari Forkopimda, pemerintah kabupaten/kota, pelaku usaha, media, akademisi, Bulog, perbankan, hingga masyarakat luas.

Melki menegaskan pemerintah daerah akan terus memperkuat sektor produksi, hilirisasi, industrialisasi, serta menjaga distribusi barang agar kebutuhan pokok masyarakat tetap aman dan harga stabil.

“Kita ingin produksi-produksi di NTT terus meningkat, hilirisasi dikembangkan dengan baik, industrialisasi berjalan, distribusi barang terjaga di seluruh NTT, dan kebutuhan pokok masyarakat dipastikan aman sehingga inflasi benar-benar bisa dikendalikan dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, pengendalian inflasi yang stabil menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Daerah NTT Dominasi Penghargaan

Selain Pemerintah Provinsi NTT, sejumlah daerah di NTT juga berhasil meraih penghargaan dalam ajang tersebut.

Pada kategori Pengendalian Inflasi tingkat kabupaten, Kabupaten Sumba Timur meraih penghargaan Terbaik I. Kabupaten Bima berada di posisi Terbaik II, sedangkan Kabupaten Maluku Tenggara meraih Terbaik III. Untuk tingkat kota, penghargaan diberikan kepada Kota Tual.

Sementara pada kategori Penurunan Tingkat Pengangguran, daerah asal NTT mendominasi penghargaan tingkat kabupaten. Kabupaten Lembata meraih Terbaik I, Kabupaten Alor Terbaik II, dan Kabupaten Sikka Terbaik III.