Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ba’a, RakyatNTT.ID – Kunjungan kerja Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo ke Kabupaten Rote Ndao pada Sabtu (30/5/2026) menghasilkan sejumlah kesepakatan penting terkait pembangunan infrastruktur strategis di wilayah paling selatan Indonesia tersebut.
Sebelum melakukan pertemuan tertutup dengan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, Menteri Dody Hanggodo meninjau Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) Sumur Bor RLLI-89 di Desa Lekunik, Kecamatan Lobalain.
Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan ketersediaan infrastruktur sumber daya air yang mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
Usai peninjauan, Menteri PU bersama rombongan menuju Bandara D.C. Saudale. Di ruang tunggu khusus bandara, Menteri Dody Hanggodo menggelar rapat tertutup dan diskusi bersama Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, selama sekitar satu jam.
Hasil pertemuan tersebut kemudian disampaikan Bupati Paulus Henuk kepada media pada Sabtu malam sekitar pukul 20.30 WITA. Menurutnya, terdapat sejumlah proyek prioritas yang telah mendapatkan persetujuan dari Menteri PU untuk segera direalisasikan.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian utama adalah perpanjangan landasan pacu Bandara D.C. Saudale dari 1.650 meter menjadi 2.200 meter.
Proyek tersebut diharapkan membuka akses penerbangan langsung atau direct flight dari sejumlah destinasi wisata unggulan seperti Labuan Bajo, Lombok, dan Denpasar menuju Rote Ndao.
“Dengan perpanjangan landasan pacu, pesawat Boeing dapat langsung mendarat di Rote. Ini akan membuka peluang wisatawan mancanegara datang langsung ke Rote Ndao dan mendorong peningkatan perekonomian masyarakat karena perputaran uang terjadi di daerah,” ujar Paulus Henuk.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Rote Ndao akan bertanggung jawab untuk membebaskan lahan sepanjang sekitar 550 meter, sementara Kementerian PU akan menyiapkan anggaran pembangunan yang telah disetujui oleh Menteri.
Selain pengembangan bandara, pemerintah pusat juga menyepakati pembangunan jalan menuju Titik Nol di wilayah Rote Selatan. Sementara pembangunan tugu Titik Nol akan ditangani oleh Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP).
Kesepakatan lainnya mencakup pembangunan Ruas Jalan Lingkar Selatan serta penambahan sejumlah titik sumur bor yang sebelumnya telah diverifikasi oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II. Total kebutuhan anggaran untuk program penyediaan air tersebut diperkirakan mencapai Rp31,5 miliar.
Tidak hanya itu, Menteri PU juga menyetujui pembangunan Jembatan Saindale di Rote Tengah, lanjutan pembangunan jalan di wilayah Pantai Baru Selatan, serta penyelesaian sisa pekerjaan Jalan Kapasiok-Ho sepanjang 4 kilometer yang direncanakan dikerjakan pada tahun ini.
“Semua program tersebut telah disepakati oleh Menteri PU dan akan menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Rote Ndao,” tegas Paulus Henuk.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri PU Dody Hanggodo didampingi Direktur Jenderal Sumber Daya Air Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, Kepala BBWS Nusa Tenggara II Parlinggoman Simanungkalit, serta Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT Janto.
Kesepakatan ini diharapkan menjadi langkah besar dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan konektivitas wilayah, memperkuat sektor pertanian, dan mendorong pertumbuhan pariwisata serta ekonomi masyarakat di Kabupaten Rote Ndao. (*/nr2/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan