Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Proyek tersebut diharapkan membuka akses penerbangan langsung atau direct flight dari sejumlah destinasi wisata unggulan seperti Labuan Bajo, Lombok, dan Denpasar menuju Rote Ndao.
“Dengan perpanjangan landasan pacu, pesawat Boeing dapat langsung mendarat di Rote. Ini akan membuka peluang wisatawan mancanegara datang langsung ke Rote Ndao dan mendorong peningkatan perekonomian masyarakat karena perputaran uang terjadi di daerah,” ujar Paulus Henuk.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Rote Ndao akan bertanggung jawab untuk membebaskan lahan sepanjang sekitar 550 meter, sementara Kementerian PU akan menyiapkan anggaran pembangunan yang telah disetujui oleh Menteri.
Selain pengembangan bandara, pemerintah pusat juga menyepakati pembangunan jalan menuju Titik Nol di wilayah Rote Selatan. Sementara pembangunan tugu Titik Nol akan ditangani oleh Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP).
Kesepakatan lainnya mencakup pembangunan Ruas Jalan Lingkar Selatan serta penambahan sejumlah titik sumur bor yang sebelumnya telah diverifikasi oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II. Total kebutuhan anggaran untuk program penyediaan air tersebut diperkirakan mencapai Rp31,5 miliar.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan