Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Akibatnya jelas: buruh tetap berada di posisi paling lemah dalam rantai ekonomi.
Pemikir seperti Andre Gunder Frank mengingatkan bahwa ketertinggalan bukan terjadi karena kekurangan sumber daya, tetapi karena struktur ekonomi yang tidak adil. Jika pola ini tidak diubah, maka kita hanya akan terus mengulang siklus lama: bekerja keras tanpa pernah benar-benar naik kelas.
Karena itu, arah perubahan harus jelas. Kita membutuhkan langkah serius menuju penguatan ekonomi berbasis nilai tambah di daerah. Hilirisasi bukan sekadar istilah kebijakan, tetapi jalan untuk memastikan bahwa hasil bumi NTT diolah di tanah sendiri, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan martabat pekerja.
Masalah Nyata: Negara Terlalu Sering Absen di Lapangan
Kita juga harus jujur melihat persoalan yang lebih konkret: masih banyak pekerja yang tidak mendapatkan hak dasar mereka.
Masih ada:
- Upah di bawah standar
- Pekerja tanpa jaminan sosial
- Perlindungan kerja yang lemah
Ini bukan karena kita tidak punya aturan. Masalahnya adalah aturan tidak ditegakkan dengan serius.
Pengalaman menunjukkan satu hal yang tidak boleh lagi kita tutupi: masalah kita bukan kekurangan regulasi, tetapi lemahnya keberanian menegakkan regulasi.
