Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan Universitas Nusa Cendana (Undana) melakukan langkah nyata dalam mendukung percepatan produksi ikan nila di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Melalui kegiatan praktik lapangan dan riset berbasis data, para mahasiswa mengintegrasikan teori akademik dengan manajemen operasional di balai benih ikan guna menjawab tantangan ketahanan pangan daerah.
Program ini menjadi bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan sektor industri perikanan untuk mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga memiliki kemampuan teknis di lapangan.
Fokus pada Efisiensi Produksi Ikan Nila
Di Balai Benih Ikan (BBI) Oeluan, Kabupaten Timor Tengah Utara, sejumlah mahasiswa Undana menjalani praktik kerja selama empat bulan dengan fokus pada peningkatan efisiensi pembesaran ikan nila.
Para mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta praktik, tetapi juga melakukan analisis terhadap berbagai aspek teknis budidaya, mulai dari persiapan kolam, pengaturan kepadatan tebar, hingga estimasi biomassa untuk menentukan dosis pakan yang tepat.
“Kami bekerja berdasarkan parameter teknis. Data sampling harian dan pemantauan kualitas air menjadi indikator utama untuk memastikan kesehatan kolam dan produktivitas ikan,” ujar salah satu mahasiswa di lokasi praktik.
Riset yang dilakukan secara sistematis tersebut diharapkan dapat menjadi referensi teknis bagi pengelola BBI Oeluan dalam meningkatkan standar operasional budidaya ikan nila di masa mendatang.
Teliti Sistem Manajemen Pakan
Selain di TTU, kegiatan serupa juga dilakukan di BBI Sentral Noekele, Kabupaten Kupang.
Seorang mahasiswa Budidaya Perairan Undana menjalankan riset selama tiga bulan dengan fokus pada sistem manajemen pemberian pakan ikan.
Penelitian tersebut menganalisis hubungan antara frekuensi pemberian pakan, jenis nutrisi, dan kondisi lingkungan perairan terhadap pertumbuhan ikan nila.
Riset ini bertujuan meminimalkan kesalahan dalam manajemen pakan yang selama ini menjadi salah satu penyebab ketidakefisienan usaha budidaya perikanan.
Dengan terlibat langsung dalam operasional harian balai benih ikan, penelitian yang dihasilkan dinilai lebih aplikatif dan sesuai kebutuhan industri perikanan lokal.
Siapkan SDM Perikanan Adaptif
Program MBKM yang dijalankan mahasiswa Undana dinilai efektif dalam membangun kompetensi praktis mahasiswa, terutama dalam pengambilan keputusan berbasis data lapangan.
Kemampuan membaca kualitas air, menghitung dosis pakan, hingga mengidentifikasi gejala penyakit ikan menjadi keterampilan penting yang dibutuhkan sektor perikanan NTT saat ini.
Integrasi antara praktik lapangan dan riset akademik diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang siap berkontribusi dalam pengembangan sistem budidaya perikanan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Kehadiran generasi muda yang memahami perikanan dari tingkat dasar dinilai menjadi investasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus penguatan ketahanan pangan di Nusa Tenggara Timur. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan