Komisi V DPRD NTT kemudian menyampaikan berbagai persoalan sosial strategis yang dihadapi masyarakat NTT sebagai daerah kepulauan.
Wakil Ketua DPRD NTT, Kristien Samiyati Pati, mengatakan masyarakat NTT saat ini menghadapi tekanan berlapis akibat kemiskinan, kekeringan ekstrem, migrasi tenaga kerja, serta dampak perubahan iklim.

“Di banyak wilayah kami, El Niño bukan lagi sekadar fenomena cuaca, tetapi telah menjadi ancaman sosial yang nyata: gagal panen, krisis air, hutang keluarga, hingga meningkatnya kerentanan masyarakat miskin,” ungkapnya.

Soroti Tingginya Kasus PMI Meninggal Dunia

Salah satu isu utama yang mendapat perhatian serius dalam audiensi tersebut adalah tingginya angka pekerja migran asal NTT yang meninggal dunia di perantauan dan dipulangkan dalam peti jenazah.

Iklan

Komisi V DPRD NTT menyampaikan bahwa masyarakat bahkan menyebut NTT sebagai “Provinsi Seribu Peti Jenazah” karena banyak anak muda kembali ke daerah asal dalam kondisi meninggal dunia.

Ironisnya, banyak keluarga miskin kesulitan membiayai pemulangan jenazah dari Kupang menuju kampung halaman di pulau-pulau terpencil.

Karena itu, DPRD NTT meminta Kementerian Sosial menghadirkan skema perlindungan sosial khusus untuk membantu pemulangan jenazah PMI hingga ke desa asal secara layak dan bermartabat.

DPRD NTT Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Jiwa

Selain isu PMI, Komisi V DPRD NTT juga menyoroti kondisi kesehatan jiwa masyarakat yang dinilai semakin memprihatinkan akibat kemiskinan, stigma sosial, dan keterbatasan layanan.