Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menyoal Keniscayaan Artificial Intelligence (AI) bagi Pendidik dan Pelajar
Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan merupakan suatu bidang dalam ilmu computer yang berfokus pada pengembangan sitem dan mesin yang dapat melaksanakan tugas-tugas yang umumnya memerlukan kecerdasan manusia.
AI memanfaatkan algoritma serta model matematika untuk memberikan kemampuan kepada computer dan system lainnya dalam belajar dari data, mengenali pola, dan mengambil Keputusan yang bijaksana. (Eriana et al., n.d.) Sejarah Artificial Intelligence (AI) menurut (Goel and Davies, 2019) mencerminkan perkembangan konsep dan teknologi yang memungkinkan mesin untuk meniru kecerdasan manusia. Proses ini dimulai pada awal abad ke-20 , Ketika ilmuwan seperti Alan Turing mengenai tes untuk menilai kecerdasan mesin.
Era modern AI secara resmi dimulai pada tahun 1956 dengan diadakannya Konferensi Darthmout yang diprakarsai oleh McCharthy dan koleganya, yang menjadi landasan bagi penelitian AI. Pada tahun 1950-an hingga1960-an, focus penelitian tertuju pada system berbasis aturan seperti Logic Theorist dan General Problem Solver.
Selanjutnya, pada tahun 1970-an menyaksikan munculnya system pakar yang mengkodifikasi pengetahuan manusia, diikuti oleh perkembangan teknik penalaran berbasis pengetahuan pada tahun 1980-an. Namun, minat terhadap AI mengalami penurunan, pada akhir 1980-an dalam periode yang dikenal sebagai “musim dingin AI” .
