Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID — Suasana duka mendalam menyelimuti VIP Bandara El Tari Kupang pada Senin (18/5/2026). Jenazah almarhum Drs. Alexander Bertianus Koroh, MPM, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi NTT yang wafat saat menjalankan tugas kedinasan di Jakarta, akhirnya tiba di tanah kelahiran.
Kedatangan jenazah disambut langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, bersama jajaran pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov NTT, serta pihak keluarga besar yang tak mampu membendung rasa sedih.
Dalam suasana hening, Gubernur Laka Lena memimpin jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memberikan penghormatan terakhir di ruang kedatangan VIP. Prosesi penyambutan pamong praja terbaik NTT ini ditandai dengan mengheningkan cipta bersama sebagai simbol duka sekaligus penghargaan atas dedikasi tinggi almarhum semasa hidupnya.
Disemayamkan di Rumah Duka Kayu Putih
Usai prosesi di bandara, jenazah almarhum langsung diberangkatkan menuju kediaman pribadinya di Kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang, untuk disemayamkan.
Sekitar pukul 11.20 WITA, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma didampingi Ibu Vera Asadoma tiba di rumah duka untuk memberikan penghormatan serta menguatkan keluarga yang ditinggalkan. Kehadiran para pucuk pimpinan daerah ini menegaskan betapa Pemprov NTT sangat kehilangan salah satu putra terbaiknya.
Dapat Atensi Khusus dari Kementerian Desa PDTT
Kepulangan jenazah Alexander Koroh dari Jakarta turut didampingi oleh perwakilan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) RI yang diwakili oleh Farida Sijabat, Pejabat Eselon III pada Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal.
Pihak kementerian menyampaikan rasa hormat dan perhatian khusus atas berpulangnya almarhum, yang selama ini dikenal sebagai mitra strategis yang vokal dan berkomitmen penuh dalam penguatan pembangunan desa di NTT.
Bahkan, sebagai bentuk penghormatan, agenda kerja yang semestinya dihadiri langsung oleh almarhum di Jakarta kemarin sempat ditunda. Atas kepedulian ini, Pemprov NTT menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada jajaran Kemendesa PDTT RI.
Profil dan Rekam Jejak Almarhum
Almarhum Alexander Koroh lahir di Kupang pada 27 April 1970. Ia mengembuskan napas terakhirnya di usia 56 tahun saat berjuang menjalankan tugas negara.
Almarhum meninggalkan seorang istri, Dra. Yenny C. M. Izaac, M.Si., serta dua orang anak, yaitu Angel Bright Koroh, S.Psi., dan Alwellson Koroh.
Di mata rekan kerja dan bawahannya, almarhum dikenal sebagai sosok birokrat yang tenang, santun, berdedikasi tinggi, dan menaruh perhatian besar pada nasib masyarakat kecil di pedesaan. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi dunia birokrasi di Bumi Flobamora. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan