Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Tambolaka, RakyatNTT.ID – Kondisi jalan lintas provinsi di kawasan hutan Roko Raka, Desa Kendu Wela, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), yang rusak parah dan berlubang, memicu aksi spontan dari pihak sekolah dan kepolisian setempat.
Alih-alih menunggu perbaikan dari pihak berwenang, SMA Katolik St. Maria Homba Karipit bersama Polsek Kodi Utara justru turun langsung melakukan penambalan jalan berlubang tersebut.
Aksi ini dilakukan pada Jumat (1/5/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Nasional.
Kepala sekolah, RD. Kristoforus Yosafat Ngasi, yang akrab disapa Rm Kristo, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukanlah sekadar pencitraan, melainkan bentuk kepedulian nyata terhadap kondisi infrastruktur yang membahayakan pengguna jalan.
“Itu spontan kami lakukan pas Hari Buruh. Karena melihat ruas jalan itu banyak yang berlubang, jadi kami inisiatif. Kami langsung koordinasi dengan Polsek Kodi Utara, karena memang kami sepakat untuk turun bersama,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (3/5/2026).
Menurutnya, kondisi jalan yang rusak cukup parah dan berpotensi menyebabkan kecelakaan, terutama karena berada di jalur lintas provinsi yang cukup padat dilalui kendaraan.
Sementara itu, Kapolsek Kodi Utara, AKP Bernardus Mbili Kandi, membenarkan adanya kolaborasi tersebut.
“Benar, kami dari Polsek Kodi Utara berkolaborasi dengan SMA Katolik St Maria di bawah pimpinan Rm Kristo, bersama-sama menyiram sirtu di jalan berlubang di ruas jalan Roko Raka sepanjang kurang lebih 1 kilometer,” jelasnya.
Kegiatan penambalan dilakukan dengan metode sederhana menggunakan material sirtu untuk menutup lubang-lubang di badan jalan.
Lokasi perbaikan berada di Hutan Roko Raka, tepatnya di wilayah Desa Kendu Wela, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten SBD, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Aksi ini pun menjadi sorotan karena menunjukkan kepedulian masyarakat dan aparat terhadap kondisi infrastruktur, sekaligus menjadi sindiran halus atas lambannya penanganan jalan rusak di wilayah tersebut.
Warga berharap pemerintah daerah maupun provinsi segera turun tangan melakukan perbaikan permanen, mengingat jalur tersebut merupakan akses penting bagi mobilitas masyarakat. (rnc29)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

