Kupang, RakyatNTT.ID – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Universitas Nusa Cendana (Undana) tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Momentum ini dimaknai sebagai ruang refleksi atas dinamika pendidikan tinggi di Indonesia, sekaligus bentuk apresiasi negara terhadap dedikasi para pendidik.

Upacara berlangsung khidmat di halaman rektorat Undana pada Senin (4/5/2026), diikuti civitas akademika.

120 Dosen dan Tendik Terima Satyalancana

Sebanyak 120 dosen dan tenaga kependidikan (tendik) menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya atas pengabdian selama 10, 20, hingga 30 tahun.

Iklan

Rektor Undana, Jefri S. Bale, yang bertindak sebagai pembina upacara, turut menjadi salah satu penerima penghargaan tersebut.

Undana Didorong Beri Dampak Nyata bagi Masyarakat

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undana, Rolland E. Fanggidae, menegaskan bahwa Hardiknas menjadi momentum penting bagi kampus untuk menunjukkan eksistensinya di tengah masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Menurutnya, perguruan tinggi harus memberikan dampak nyata melalui penguatan pilar Tri Dharma, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi bukti kehadiran negara dalam pelayanan ASN sekaligus motivasi untuk terus memberikan kinerja terbaik,” ujarnya.

Sorotan Regulasi dan Kesejahteraan Pendidik

Sementara itu, Yakob Aboladaka, penerima Satyalancana 20 tahun, menyampaikan kritik terhadap regulasi yang dinilai terlalu membatasi ruang kreasi pendidik.

Ia menekankan pentingnya kebijakan yang lebih fleksibel serta peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik sebagai faktor utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

“Pendidik perlu ruang untuk berkembang tanpa intervensi berlebihan yang kerap memicu polemik,” tegasnya.

Tantangan Pendidikan Masih Kompleks

Hal senada disampaikan Wakil Dekan FKIP Undana, Jakobis J. Messakh. Ia mengingatkan bahwa penghargaan tidak boleh membuat tenaga pendidik berpuas diri di tengah kompleksitas persoalan pendidikan.

“Hardiknas harus menjadi momentum untuk terus memperbaiki mutu pendidikan dan kualitas SDM,” ujarnya.

Komitmen Cetak SDM Unggul

Upacara penyematan pin dan penyerahan sertifikat dilakukan secara simbolis di hadapan civitas akademika.

Melalui peringatan Hardiknas 2026 ini, Undana menegaskan komitmennya untuk terus mencetak sumber daya manusia unggul bagi NTT dan Indonesia, sekaligus mendorong kebijakan pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan progresif. (*/rnc)