Tambolaka, RakyatNTT.ID – Empat Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Generasi Muda Pembaharu (Gempar) Indonesia se-Pulau Sumba resmi dilantik dalam sebuah seremoni di Roo Luwa Resto & Cafe, Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Rabu (29/4/2026).

Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPD Gempar NTT, Yosef Lede, dan turut dihadiri Ketua Umum Gempar Indonesia Yohanes H.D. Sirait, Sekretaris Umum Petrus Sihombing, jajaran pemerintah daerah, mitra organisasi, serta anggota Gempar dari seluruh wilayah Sumba.

Momentum ini menjadi tonggak penting dalam penguatan basis organisasi Gempar di Pulau Sumba. Kegiatan ini juga tercatat sebagai pelantikan DPC pertama yang digelar secara serentak di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebelum prosesi pelantikan, Gempar telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial di wilayah Sumba.

Kegiatan tersebut meliputi penanaman pohon di Hutan Watuganggorok, bazar murah, penyaluran bantuan ke gereja, hingga aksi donor darah sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

Ketua DPD Gempar NTT, Yosef Lede, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya atas dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia menegaskan bahwa Gempar hadir bukan sekadar organisasi kepemudaan, tetapi sebagai wadah strategis bagi generasi muda untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan daerah.

“Gempar tidak berafiliasi dengan partai politik mana pun. Kita hadir sebagai pelopor pembaharuan dan membuka ruang bagi anak muda untuk menjadi solusi atas berbagai persoalan daerah,” ujar Yosef.

Ia juga mengajak seluruh kader Gempar di Sumba untuk menjaga integritas serta menciptakan suasana yang kondusif di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum Gempar Indonesia, Yohanes H.D. Sirait, menekankan pentingnya peran aktif pemuda dalam pembangunan bangsa.

“Anak muda tidak boleh hanya menjadi pengkritik. Kita harus terlibat langsung dan bekerja nyata untuk Indonesia,” tegasnya.

Menurut Yohanes, Gempar hadir sebagai representasi pemuda gereja yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Dukungan terhadap kehadiran Gempar juga disampaikan Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla. Ia menilai Gempar berpotensi menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan daerah.

“Semangat kita sama, membangun Sumba, NTT, dan Indonesia. Pemerintah tentu mendukung karena Gempar bisa menjadi mitra bersama gereja, OKP, dan organisasi kemasyarakatan lainnya,” kata Ratu Wulla.

Namun demikian, ia mengingatkan agar keberadaan organisasi tersebut tidak berhenti pada seremoni semata. Menurutnya, Gempar harus mampu menghadirkan program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Harus ada aksi konkret, terutama dalam membantu mengatasi persoalan kemiskinan dan stunting yang masih menjadi tantangan di Sumba Barat Daya,” tandasnya. (rs1/rnc)