“Fokus kami adalah mengedukasi rekan mahasiswa mengenai pemanfaatan produk AI secara bijak guna meningkatkan produktivitas, tanpa menggantikan esensi peran manusia di lingkungan sosial,” jelas Jeje.

Sementara itu, Afriliani Ahmad atau Afril, mahasiswa semester II, membawa misi pengembangan kepemimpinan melalui Program Beasiswa Paragon.

Selain menerima dukungan finansial, Afril terpilih karena komitmennya dalam berbagai inisiatif sosial, termasuk kampanye edukasi lingkungan terkait bahaya pembakaran sampah di Kota Kupang.

Ia juga berencana mengoptimalkan pemanfaatan media sosial untuk mendukung pengembangan diri mahasiswa.

Rektor Undana Sebut jadi Inspirasi Mahasiswa

Rektor Undana, Prof. Jefri Bale, menilai Jeje dan Afril sebagai representasi mahasiswa adaptif yang mampu melampaui rutinitas akademik dan aktif mengembangkan kompetensi diri.

Menurutnya, pengakuan dari lembaga besar seperti Google dan Paragon menjadi bukti penting penguatan karakter mahasiswa yang sangat dibutuhkan di masa depan.

“Saya berharap pencapaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk tidak sekadar terpaku pada belajar di kelas, tetapi konsisten meningkatkan kompetensi keilmuannya. Penghargaan seperti ini membangun kepercayaan diri yang kuat saat mereka terjun ke masyarakat nantinya,” ujar Prof. Jefri.