Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Labuan Bajo, RakyatNTT.ID – Anggota DPRD Manggarai Barat sekaligus Ketua DPD Partai Perindo Manggarai Barat, Hasanudin, mendesak pemerintah daerah segera melakukan audit total terhadap seluruh fasilitas wisata di Labuan Bajo dan kawasan wisata Manggarai Barat pascatragedi maut di Air Terjun Cunca Wulang.
Menurut Hasanudin, insiden ambruknya jembatan gantung kayu di kawasan wisata tersebut membuktikan lemahnya pengawasan dan buruknya pemeliharaan infrastruktur wisata di daerah yang selama ini dipromosikan sebagai destinasi premium nasional.
“Ini bukan semata kecelakaan biasa. Ada kegagalan serius dalam perawatan dan pengawasan infrastruktur wisata di Labuan Bajo. Kalau dibiarkan, kejadian serupa bisa terus terulang,” tegas Hasanudin, Selasa (26/5/2026).
Tragedi Cunca Wulang jadi Alarm Keras
Tragedi ambruknya jembatan gantung kayu di kawasan wisata Air Terjun Cunca Wulang, Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Minggu (24/5/2026), menewaskan dua wisatawan asal Austria, Jurgen (54) dan Astrid (56).
Keduanya jatuh dari ketinggian sekitar 10 meter ke bebatuan di dasar sungai setelah jembatan yang dilintasi ambruk.
Peristiwa tersebut memicu sorotan tajam terhadap standar keselamatan destinasi wisata di Manggarai Barat, khususnya Labuan Bajo yang selama ini menjadi ikon pariwisata premium Indonesia.
DPRD Soroti Citra Labuan Bajo
Hasanudin menilai pemerintah daerah tidak boleh lagi menganggap persoalan keselamatan wisata sebagai hal biasa. Ia menegaskan, citra Labuan Bajo dipertaruhkan jika pembenahan tidak segera dilakukan.
“Kita sudah menyandang status destinasi premium, tetapi fasilitas wisata justru tidak terawat. Ini sangat memalukan dan berbahaya bagi citra pariwisata kita,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa kepercayaan wisatawan merupakan aset utama industri pariwisata. Jika rasa aman wisatawan hilang, dampaknya akan panjang terhadap kunjungan wisata dan ekonomi masyarakat.
“Kalau wisatawan mulai ragu datang karena faktor keselamatan, maka yang rugi bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat yang hidup dari sektor pariwisata,” katanya.
Minta Evaluasi dan Perbaikan Menyeluruh
Hasanudin mendesak pemerintah daerah segera melakukan evaluasi besar-besaran terhadap seluruh fasilitas wisata, terutama di lokasi dengan tingkat kunjungan tinggi.
Ia meminta audit keselamatan dilakukan secara menyeluruh, termasuk pengecekan kondisi jembatan, jalur tracking, pagar pengaman, hingga standar operasional pengelola wisata.
“Jangan tunggu ada korban lagi baru sibuk bertindak. Pemerintah harus bergerak cepat melakukan audit dan perbaikan total di semua titik wisata yang berisiko,” tegasnya.
Infrastruktur Wisata Tak Boleh Diabaikan
Hasanudin juga menekankan bahwa pembenahan fasilitas wisata bukan hanya soal keselamatan, tetapi berkaitan langsung dengan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, kenyamanan dan keamanan wisatawan menjadi faktor utama dalam menjaga keberlangsungan sektor pariwisata di Manggarai Barat.
“Perbaikan infrastruktur wisata harus jadi prioritas utama. Jangan sampai karena fasilitas yang rusak dan tidak terurus, Labuan Bajo kehilangan kepercayaan wisatawan dunia,” pungkasnya. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan