Ia menilai, status tersangka yang disematkan kepada seorang Danki Brimob menjadi persoalan serius yang harus dituntaskan secara komprehensif. Sebab, seorang Danki memiliki tanggung jawab memimpin anggota, menjaga disiplin satuan, hingga memastikan kesiapsiagaan operasional pasukan.

“Nah kalau kemudian Danki saja jadi tersangka, lalu bagaimana dengan pasukan yang ia pimpin? Ini persoalan yang mesti dituntaskan secara menyeluruh,” tambahnya.

BEM Nusantara NTT menyatakan akan terus mengawal proses hukum kasus tersebut hingga tuntas. Mereka juga mengancam akan menggelar aksi demonstrasi apabila dalam beberapa hari ke depan tidak ada langkah tegas dari institusi kepolisian.

“Kami berharap ada tindakan tegas sehingga menjadi pembelajaran bagi yang lain. Apabila tidak ada tindakan tegas dalam beberapa hari ke depan, kami akan turun aksi untuk memastikan penegakan hukum tidak pandang bulu,” tegas Andy.

Selain itu, BEM Nusantara NTT turut mengajak seluruh elemen organisasi kepemudaan (OKP) dan masyarakat untuk ikut mengawal proses penanganan kasus dugaan penyalahgunaan BBM subsidi tersebut agar berjalan transparan dan adil. (*/rnc)