Atambua, RakyatNTT.ID – Suasana penuh khidmat dan syahdu menyelimuti Kawasan Patung Bunda Maria Pelindung Segala Bangsa di Teluk Gurita, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, saat pelaksanaan Ave Maria Night, Sabtu (30/5/2026) malam.

Kegiatan rohani yang menjadi magnet bagi umat Katolik dan peziarah dari berbagai daerah ini dihadiri peserta dari Timor Leste, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kabupaten Malaka, serta Kabupaten Belu. Mereka berkumpul dalam semangat doa, persaudaraan, dan devosi kepada Bunda Maria.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah bersama yang dipimpin Komunitas Marriage Encounter (ME) dan diikuti seluruh peziarah yang memadati kawasan wisata rohani tersebut.

Dalam suasana penuh kekhusyukan, umat diajak merefleksikan kasih, pengharapan, serta peran Bunda Maria dalam kehidupan beriman.

Sebelum penutupan ibadah yang dipimpin Pater Fidelis Jemalu, SVD, para peziarah mengikuti prosesi perarakan lilin menuju pelataran atas Patung Bunda Maria Pelindung Segala Bangsa.

Cahaya lilin yang menerangi sepanjang perjalanan menciptakan suasana religius yang mendalam, diiringi lantunan doa rosario dan lagu-lagu pujian kepada Maria.

Setibanya di pelataran atas, para peziarah meletakkan lilin dan bunga sebagai simbol doa dan ungkapan syukur. Masing-masing umat menyampaikan doa dan harapan pribadi sebelum menerima berkat penutup dari pemimpin ibadah.

Setelah prosesi doa selesai, kegiatan dilanjutkan dengan konser lagu-lagu pujian Maria yang dibawakan oleh sejumlah kelompok paduan suara dan vokal grup.

Penampilan dari Vocal Grup SMAK Suria Atambua, Frater TOR Lo’o Damian, Fortino Choir, Magnificat Choir, Vocalista Bela Choir, serta duet Sibta Regina dan Aris Lopes berhasil menghadirkan nuansa teduh sekaligus memperkuat semangat iman umat yang hadir.

Puncak acara berlangsung penuh haru saat Isabela Maubere membawakan doa tentang cinta, perdamaian, dan harapan kepada Bunda Maria yang diiringi lagu-lagu Mary Hymns.

Momen tersebut semakin menyentuh ketika dilanjutkan dengan pelepasan lampion dan permainan pencahayaan yang menghiasi langit malam Teluk Gurita.

Lampion yang terbang ke angkasa menjadi simbol doa dan harapan umat yang dipanjatkan kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria. Suasana malam yang tenang berpadu dengan cahaya lampion menciptakan pemandangan yang memukau dan meninggalkan kesan mendalam bagi para peziarah.

Pelaksanaan Ave Maria Night tidak hanya menjadi sarana penguatan iman dan spiritualitas umat, tetapi juga mempererat tali persaudaraan lintas daerah.

Selain itu, kegiatan ini turut memperkenalkan Kawasan Patung Bunda Maria Pelindung Segala Bangsa sebagai salah satu destinasi wisata rohani unggulan di Kabupaten Belu yang terus menarik perhatian peziarah dari dalam maupun luar negeri.

Apresiasi dari Bupati Belu

Bupati Belu, Willybrodus Lay yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat berkumpul bersama ribuan umat Katolik.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perayaan penutupan Bulan Maria tahun ini memiliki makna yang sangat istimewa. Selain menjadi puncak rangkaian devosi kepada Bunda Maria selama bulan Mei, kegiatan tersebut juga merupakan bentuk kepatuhan umat Katolik terhadap seruan Paus Leo XIV untuk berdoa bersama demi terwujudnya perdamaian dunia.

“Malam ini, tanggal 30 Mei, kita berkumpul bukan hanya untuk menutup rangkaian devosi kepada Bunda Maria, tetapi juga menjawab seruan Bapak Suci Paus Leo XIV. Kita bersatu berdoa memohon kedamaian bagi dunia, bagi bangsa ini, dan bagi wilayah kita tercinta,” ujar Willy Lay.

Bupati Belu juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Uskup Atambua yang selama ini memberikan dukungan penuh sehingga kegiatan rohani tersebut dapat terselenggara dengan baik dan lancar.

Menurut Willy Lay, pelaksanaan doa bersama penutupan Bulan Maria di Teluk Gurita merupakan hasil kesepakatan yang telah dibahas bersama Komunitas Marriage Encounter (ME) Atambua sejak April 2026.

Gagasan tersebut kemudian mendapat sambutan positif karena sejalan dengan ajakan universal Gereja Katolik untuk memperkuat doa demi perdamaian dunia.

“Terima kasih yang mendalam kami sampaikan kepada Bapak Uskup Atambua yang senantiasa memberikan dukungan penuh sehingga acara indah ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar,” katanya.

Willy Lay juga memberikan penghargaan khusus kepada Marriage Encounter (ME) Atambua yang menjadi salah satu penggerak utama terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, komunitas gereja, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan acara yang berlangsung khidmat dan penuh makna.

Selain itu, Bupati Belu mengapresiasi dukungan Bank NTT Cabang Atambua yang bertindak sebagai sponsor utama kegiatan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada jajaran direksi Bank NTT yang telah berkontribusi dalam mendukung kelancaran seluruh rangkaian acara.

Tidak hanya itu, penghargaan turut diberikan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), tenaga non-ASN, panitia, relawan, serta berbagai elemen masyarakat yang terlibat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.

Menurut Willy Lay, keberhasilan penyelenggaraan Ave Maria Night menjadi bukti kuatnya semangat persatuan dan gotong royong masyarakat Belu dalam mendukung kegiatan keagamaan yang membawa pesan perdamaian, persaudaraan, dan harapan. (*/rnc)