Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perayaan penutupan Bulan Maria tahun ini memiliki makna yang sangat istimewa. Selain menjadi puncak rangkaian devosi kepada Bunda Maria selama bulan Mei, kegiatan tersebut juga merupakan bentuk kepatuhan umat Katolik terhadap seruan Paus Leo XIV untuk berdoa bersama demi terwujudnya perdamaian dunia.
“Malam ini, tanggal 30 Mei, kita berkumpul bukan hanya untuk menutup rangkaian devosi kepada Bunda Maria, tetapi juga menjawab seruan Bapak Suci Paus Leo XIV. Kita bersatu berdoa memohon kedamaian bagi dunia, bagi bangsa ini, dan bagi wilayah kita tercinta,” ujar Willy Lay.
Bupati Belu juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Uskup Atambua yang selama ini memberikan dukungan penuh sehingga kegiatan rohani tersebut dapat terselenggara dengan baik dan lancar.
Menurut Willy Lay, pelaksanaan doa bersama penutupan Bulan Maria di Teluk Gurita merupakan hasil kesepakatan yang telah dibahas bersama Komunitas Marriage Encounter (ME) Atambua sejak April 2026.
Gagasan tersebut kemudian mendapat sambutan positif karena sejalan dengan ajakan universal Gereja Katolik untuk memperkuat doa demi perdamaian dunia.
“Terima kasih yang mendalam kami sampaikan kepada Bapak Uskup Atambua yang senantiasa memberikan dukungan penuh sehingga acara indah ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar,” katanya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan