Kupang, RakyatNTT.ID Universitas Nusa Cendana (Undana) menegaskan peran strategisnya dalam upaya pelestarian ekosistem laut global melalui Audiensi Kemitraan Koordinasi Pembahasan Dokumen Kerja Sama Arafura and Timor Seas Ecosystem Action (ATSEA), yang digelar secara daring pada Rabu (15/4/2026).

Pertemuan ini berfokus pada implementasi Dugong and Seagrass Conservation Project (DSCP) yang melibatkan berbagai kementerian lintas sektor serta lembaga riset nasional. Langkah ini merupakan bagian dari percepatan tindak lanjut setelah pertemuan konsultatif regional pertama yang berlangsung awal April 2026.

Fokus utama pembahasan adalah mematangkan landasan hukum dan teknis dalam perlindungan dugong dan padang lamun di kawasan Laut Timor dan Arafura, khususnya di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Target Konservasi dan Dukungan Global

Program konservasi ini didanai oleh Mohammed bin Zayed Species Conservation Fund dan akan berlangsung selama dua tahun, mulai Januari 2026 hingga Desember 2027. Inisiatif tersebut selaras dengan Rencana Aksi Nasional Konservasi Dugong Indonesia serta Deklarasi Sydney yang menekankan pentingnya penguatan riset ilmiah, termasuk analisis genetik dan dukungan kebijakan.