Selain itu, Undana juga tengah mengembangkan program fast track yang memungkinkan mahasiswa menyelesaikan pendidikan S1 hingga S2 dalam waktu lima tahun.

“Kami mendorong mahasiswa memiliki kompetensi global. Ke depan, kami juga akan membuka program studi baru yang relevan dengan kebutuhan pasar, seperti informatika, seni, keperawatan, hingga kedokteran gigi,” jelasnya.

Farmasi jadi Prodi Paling Ketat

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha Ina Rohi Detha, M.Si., mengungkapkan bahwa persaingan pada jalur SNBP tahun ini tergolong sangat ketat.

Program Studi Farmasi menjadi yang paling kompetitif, dengan lebih dari 1.200 peminat memperebutkan hanya 20 kursi yang tersedia.

Selain Farmasi, sejumlah program studi lain juga mencatat tingkat persaingan tinggi, di antaranya Pendidikan Dokter, Ilmu Komputer, Kesehatan Masyarakat, Akuntansi, dan Teknik Sipil.

Menurut Prof. Annytha, keberhasilan peserta dalam jalur SNBP sangat dipengaruhi oleh akurasi data rapor yang diinput sekolah serta rekam jejak alumni di perguruan tinggi.

Fokus ke UTBK-SNBT 2026

Setelah tahapan SNBP, Undana kini mengalihkan fokus pada pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) SNBT 2026 yang dijadwalkan mulai 21 April 2026.