“Masih ada sentimen negatif dari kenaikan harga minyak dan kekhawatiran dampaknya terhadap APBN. Terjadi tekanan jual yang cukup kuat dari investor asing di pasar SUN,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Riset Ekonomi Makro dan Market Permata Bank, Faisal Rachman, menambahkan bahwa faktor domestik juga turut membebani rupiah.

Di antaranya adalah kekhawatiran terhadap kondisi fiskal akibat keputusan pemerintah yang tidak menaikkan harga BBM non-subsidi, serta meningkatnya kebutuhan pembayaran imbal hasil kepada investor asing pada awal triwulan kedua.

Selain itu, pelaku pasar juga menunggu rilis data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia yang dapat mempengaruhi arah pergerakan rupiah ke depan.

Dengan kombinasi tekanan eksternal dan domestik tersebut, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan fluktuatif dalam waktu dekat. (*/rnc)