Secara keseluruhan, Swiss mencatatkan 14 gol dan hanya kebobolan dua kali, dengan selisih gol +12.

Rekam Jejak di Piala Dunia

Swiss memiliki sejarah panjang di Piala Dunia sejak debut pada 1934. Prestasi terbaik mereka adalah mencapai perempat final sebanyak tiga kali, yakni pada 1934, 1938, dan 1954.

Dalam era modern, Swiss memang belum mampu mengulang capaian tersebut. Namun, mereka tetap menunjukkan konsistensi dengan lolos ke babak 16 besar dalam lima dari enam partisipasi terakhir sejak 1994.

Iklan

Meski sering tersingkir di fase gugur, Swiss dikenal sebagai tim yang sulit dikalahkan, bahkan kerap memaksa lawan hingga adu penalti.

Murat Yakin dan Fondasi Taktik Swiss

Murat Yakin memimpin Timnas Swiss sejak 2021 menggantikan Vladimir Petkovic. Sebagai mantan pemain timnas, ia memahami karakter permainan Swiss yang mengutamakan disiplin dan organisasi.

Di bawah asuhannya, Swiss tampil cukup solid di Piala Dunia 2022 meski harus tersingkir di babak 16 besar. Kekalahan telak 1-6 dari Portugal menjadi bahan evaluasi penting bagi tim.

Performa Swiss meningkat di Euro 2024, di mana mereka berhasil menembus perempat final setelah menyingkirkan Italia sebelum kalah dramatis dari Inggris lewat adu penalti.

Granit Xhaka, Motor Permainan Swiss

Kapten tim Granit Xhaka tetap menjadi sosok sentral dalam skuad Swiss. Gelandang berusia 33 tahun ini dikenal sebagai pemimpin sekaligus pengatur tempo permainan.