Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Selain itu, seluruh kendaraan yang diadakan juga akan segera didaftarkan sebagai aset resmi pemerintah daerah.
“Pak Wali sudah perintahkan untuk koordinasi dengan DLHK terkait kebutuhan, termasuk operasional, bahan bakar, dan pemeliharaan,” tambahnya.
Pemanfaatan Masih Dirumuskan
Plt Kepala Bagian Umum Setda Kota Kupang, Hubertus Mani, mengatakan pihaknya masih akan melakukan rapat bersama DLHK dan Satgas Penanganan Sampah untuk menentukan skema distribusi armada tersebut.
“Tentu kita akan bahas dulu dengan DLHK apakah kendaraan ini langsung diserahkan atau dikelola terpusat,” ungkapnya.
Terkait besaran anggaran, Hubertus mengaku belum dapat memastikan angka final karena proses pengadaan melibatkan penyesuaian harga dari pihak ketiga.
Estimasi Anggaran
Berdasarkan harga pasaran, satu unit motor roda tiga Viar berkapasitas 200 cc dibanderol sekitar Rp39,8 juta. Dengan jumlah 23 unit, totalnya mencapai sekitar Rp917 juta.
Sementara itu, satu unit mobil pick up Suzuki Carry di Kupang berkisar antara Rp199 juta hingga Rp207 juta. Jika ditotal, keseluruhan pengadaan diperkirakan menembus angka Rp1,5 miliar.
Catatan Evaluasi Pengelolaan Sampah
Pengadaan armada ini juga menjadi sorotan mengingat pengalaman sebelumnya. Pada 2023, Pemkot Kupang pernah menghadirkan 44 unit motor roda tiga berbasis listrik. Namun, kendaraan tersebut tidak dimanfaatkan secara optimal karena kendala biaya operasional.
