Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Pawai Paskah GMIT Tahun 2026 di Kota Kupang diperkirakan akan diikuti sekitar 5.000 peserta dari 40 gereja yang tersebar di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 6 April 2026, pukul 09.00 Wita.
Ketua Panitia Pawai Paskah GMIT 2026, Simson Polin, menyampaikan rasa syukur atas dukungan pemerintah pusat, termasuk rencana kehadiran Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka.
“Kami sangat bersyukur atas dukungan ini. Kehadiran Bapak Wakil Presiden menjadi kebanggaan bagi panitia dan seluruh peserta,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Menurut Simson, setiap gereja mengirimkan sekitar 100 peserta. Selain itu, di titik awal kegiatan di Bundaran Tirosa akan digelar puji-pujian dan nyanyian yang melibatkan sekitar 1.000 orang.
“Total peserta diperkirakan mencapai 5.000 orang. Di titik start juga akan ada puji-pujian dengan jumlah sekitar 1.000 orang,” jelasnya.
Pawai akan dimulai dari Bundaran Tirosa pukul 09.00 WITA dan berlangsung hingga malam hari. Panitia memastikan seluruh persiapan, termasuk penyambutan Wakil Presiden, telah dilakukan secara matang melalui koordinasi dengan berbagai pihak.
Simson berharap momentum Paskah ini dapat membawa sukacita, memperkuat iman, serta mempererat persatuan masyarakat di NTT.
Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Kupang Kota telah menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik strategis.
Kasat Lantas Polresta Kupang Kota, AKP R. Ade Triken Deayomi, menjelaskan bahwa rute pawai dimulai dari Bundaran Tirosa dan melintasi sejumlah jalan utama di Kota Kupang, seperti kawasan Polresta, Ruko Oebobo, Jalan Frans Seda, Bundaran Gubernur, Jalan El Tari, Simpang Hero, Simpang Polda NTT, hingga Jalan Sudirman (Kuanino), sebelum berakhir di Gereja Jemaat Kota Kupang.
Sejumlah pengalihan arus diberlakukan, di antaranya di Jalan Frans Seda, Bundaran Tirosa, kawasan TDM, dan Simpang Hero yang akan ditutup sementara.
“Kami telah menyiapkan pola pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas secara maksimal agar kegiatan pawai berjalan tertib dan kondusif,” ujar AKP Ade.
Satlantas mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan petugas, tidak memarkir kendaraan di sepanjang rute pawai, serta mengutamakan keselamatan berkendara.
Selain itu, masyarakat diminta memprioritaskan peserta pawai demi kelancaran kegiatan.
Momentum Paskah ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga ajang memperkuat kebersamaan dan menjaga kedamaian di Kota Kupang.
“Dengan tertib berlalu lintas dan saling menghargai, kita dapat menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan penuh makna bagi semua,” tutup AKP Ade. (*/rnc)
