Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) S.K. Lerik Kupang yang berdiri di pusat Kota Kupang seharusnya menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Terlebih, pemerintah kota telah menggulirkan program unggulan di sektor kesehatan, termasuk dana pengamanan kegawatdaruratan sebesar Rp3 miliar per tahun untuk membantu warga yang belum memiliki BPJS.
Namun, harapan tersebut tampaknya belum sepenuhnya sejalan dengan kondisi di lapangan. Sejumlah fasilitas di rumah sakit milik pemerintah daerah itu justru ditemukan dalam kondisi memprihatinkan.
Temuan ini terungkap saat Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Kota Kupang melakukan peninjauan langsung pada Rabu (22/4/2026) guna mengevaluasi efektivitas penggunaan anggaran daerah. Dalam kunjungan tersebut, tim Pansus menemukan sejumlah persoalan serius pada fasilitas publik di RSUD S.K. Lerik.
Anggota Pansus, Dominggus Kale Hia, mengungkapkan adanya kondisi ruangan yang tidak layak serta instalasi medis yang tidak berfungsi.
“Dalam kunjungan Pansus ke RSUD S.K. Lerik, kami menemukan fasilitas rumah sakit dengan kondisi ruang yang sangat memprihatinkan dan juga instalasi medis yang mangkrak,” ujarnya kepada awak media.
Ia menjelaskan, kondisi Instalasi Gawat Darurat (IGD) dinilai jauh dari standar kelayakan, baik dari sisi estetika maupun fungsi. Selain adanya plafon bocor, ditemukan pula masalah serius pada instalasi generator oksigen.
