Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menurut Kale Hia, alat vital tersebut tidak pernah berfungsi sejak pertama kali diadakan dua tahun lalu akibat kesalahan instalasi.
“Ada salah instalasi pada generator oksigen, sehingga alat itu tidak berfungsi sama sekali sejak pengadaan dua tahun lalu. Diperlukan anggaran sekitar Rp300 juta untuk memperbaiki instalasi tersebut agar bisa digunakan,” jelasnya.
Temuan ini menjadi sorotan karena bertolak belakang dengan komitmen Pemerintah Kota Kupang yang telah mengalokasikan anggaran besar untuk menjamin pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu melalui dana kegawatdaruratan.
Tanpa pembenahan serius terhadap fasilitas dan manajemen rumah sakit, program kesehatan yang telah dirancang berisiko tidak berjalan optimal. Sementara itu, masyarakat yang membutuhkan layanan darurat tetap dihadapkan pada keterbatasan fasilitas yang belum memadai.
Pansus DPRD Kota Kupang menegaskan pentingnya perbaikan segera agar pelayanan kesehatan di RSUD S.K. Lerik dapat memenuhi standar dan menjawab kebutuhan masyarakat secara maksimal. (rnc)
