So’E, RakyatNTT.ID Akses terhadap air bersih masih menjadi persoalan mendasar di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur, termasuk di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Keterbatasan ini berdampak luas, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga produktivitas ekonomi masyarakat.

Upaya menghadirkan solusi konkret terlihat dalam kegiatan reses Anggota DPRD TTS dari Partai Perindo, Yoram Nakamnanu, yang digelar di Desa Oe’ekam, Kecamatan Amanuban Timur, Jumat (27/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Yoram menghadirkan langsung Direktur Perumda Air Minum Kabupaten TTS sebagai langkah percepatan penanganan krisis air bersih yang selama ini dikeluhkan warga.

Dorong Solusi Langsung di Lapangan

Pendekatan ini menjadi langkah strategis dengan mempertemukan masyarakat dan penyedia layanan dalam satu forum dialog terbuka. Air bersih menjadi isu utama yang dibahas, mengingat kebutuhan tersebut bersifat mendesak dan vital bagi kehidupan sehari-hari.

Direktur Perumda Air Minum TTS, Frans Stefen Tahun, menjelaskan bahwa penggunaan layanan air resmi tidak hanya memudahkan masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain itu, pihaknya tengah memperkuat sistem layanan, termasuk dukungan energi listrik guna memastikan distribusi air dapat berjalan lebih stabil.

Reses Harus Berdampak Nyata

Yoram Nakamnanu menegaskan bahwa kegiatan reses tidak boleh berhenti pada seremonial semata, melainkan harus menghasilkan langkah nyata dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

“Reses ini bukan hanya mendengar, tetapi mencari jalan keluar bersama, terutama untuk kebutuhan dasar masyarakat,” tegas politisi Partai Perindo tersebut.

Langkah ini sejalan dengan program Partai Perindo bertajuk “Sumber Air Kehidupan”, yang menempatkan akses air bersih sebagai prioritas utama. Program ini diwujudkan melalui pembangunan 11 titik sumur bor di berbagai daerah.

Salah satu implementasi program tersebut telah dilakukan di Desa Watuliwung, Kabupaten Sikka, yang sebelumnya mengalami krisis air bersih berkepanjangan.

Dorong Ekonomi dan SDM

Selain persoalan air bersih, Yoram juga menyoroti pentingnya penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan kelompok tani. Ia mendorong agar hasil pertanian lebih berorientasi pasar sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Petani harus mulai berpikir bagaimana hasil produksi bisa cepat terserap pasar dengan nilai jual yang baik,” ujarnya.

Perhatian juga diberikan pada sektor pendidikan dan kesehatan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Masyarakat diimbau untuk terus menjaga keberlanjutan pendidikan anak serta memanfaatkan layanan kesehatan secara optimal.

Infrastruktur jadi Sorotan

Kondisi infrastruktur jalan di wilayah Amanuban Timur juga turut menjadi perhatian. Sejumlah ruas jalan rusak diusulkan untuk ditangani melalui gotong royong sebagai langkah awal sebelum perbaikan permanen dilakukan.

Respons masyarakat terhadap kegiatan ini menunjukkan harapan besar terhadap hadirnya solusi nyata, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih.

Dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat, penyelesaian masalah dasar seperti akses air bersih diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan. (rnc)