Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Koperasi Simpan Pinjam Tanaoba Lais Manekat (KSP TLM) Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang Tahun Buku 2025.
Dalam kurun waktu satu tahun, total aset koperasi ini melonjak dari Rp800 miliar menjadi Rp1,2 triliun dan diproyeksikan terus meningkat pada 2026.
Capaian tersebut disampaikan Direktur Utama KSP TLM Indonesia, Zesly N.W. Pah, dalam seremoni puncak penutupan Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang digelar di ruas Jalan Palapa, Kota Kupang, Sabtu (25/4/2026).
Zesly menjelaskan, koperasi yang telah berdiri selama 16 tahun ini digerakkan oleh mayoritas perempuan dari wilayah Indonesia Timur dan telah memberikan dampak luas, tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga dalam aspek ekonomi, lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan keluarga.
Pada 2025, KSP TLM Indonesia mencatat kualitas kredit yang sangat baik dengan tingkat kredit bermasalah hanya 0,06 persen. Penyaluran kredit mencapai Rp1,9 triliun kepada 293.266 anggota yang merupakan pelaku usaha.
“Pertumbuhan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi terhadap KSP TLM Indonesia,” ujar Zesly.
Ia menambahkan, peningkatan kinerja juga didorong oleh ekspansi layanan melalui pembukaan lima kantor cabang baru, masing-masing dua di Bali (Tabanan dan Buleleng), dua di Pulau Flores, serta satu di Donggala, Sulawesi Tengah.
Selain itu, KSP TLM Indonesia juga meraih predikat koperasi sehat serta opini wajar tanpa pengecualian dari lembaga independen.
Pemberdayaan Berbasis Sektor Riil
Tak hanya fokus pada pembiayaan, KSP TLM Indonesia juga mengembangkan konsep hilirisasi di sektor pertanian. Melalui kolaborasi dengan instansi pemerintah, program ini mampu meningkatkan produksi padi dan jagung hingga 25 persen di NTT.
Hasil produksi tersebut dipasarkan melalui koperasi spin-off TLM La-Cove yang berperan sebagai offtaker dengan nilai transaksi mencapai Rp21,8 miliar.
“Kami menciptakan agen beras di Kabupaten Kupang dan Flores Barat, serta mengembangkan produksi kopi. Caffe La-Cove bertindak sebagai offtaker yang menyalurkan hasil melalui jaringan cabang,” jelasnya.
Kinerja Keuangan dan Keanggotaan Meningkat
Selain pertumbuhan aset, KSP TLM Indonesia juga mencatat kenaikan Sisa Hasil Usaha (SHU) menjadi Rp172 miliar. Ekuitas modal mencapai 43 persen atau setara Rp592,3 miliar.
Jumlah anggota juga meningkat signifikan menjadi 340.117 orang, bertambah sekitar 27.000 anggota dalam satu tahun terakhir.
Saat ini, KSP TLM Indonesia memiliki 59 kantor cabang yang tersebar di lima provinsi, yakni Nusa Tenggara Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat.
Zesly menegaskan, kekuatan utama koperasi ini terletak pada peran perempuan sebagai anggota mayoritas yang dikenal disiplin dan tangguh dalam mengelola keuangan.
“Anggota kami mayoritas adalah kaum ibu yang bekerja keras dan disiplin. Kami bertumbuh dari kepercayaan, dengan satu prinsip melayani dengan kasih, karena anggota adalah jantung koperasi,” pungkasnya. (rnc04)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

