Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Tua Adat juga mengaku menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya, situasi bisa saja berujung lebih buruk jika dialami oleh orang lain dengan kondisi emosi yang berbeda.
“Ini kebetulan terjadi pada saya. Kalau terjadi pada orang lain yang mungkin lebih emosional, kita tidak tahu apa yang bisa terjadi,” tambahnya.
Ia pun mengimbau masyarakat Kota Kupang dan Nusa Tenggara Timur untuk lebih berhati-hati dalam bertutur kata serta saling menghargai satu sama lain.
Menurutnya, dalam aturan hukum yang berlaku, penghinaan dengan kata-kata yang merendahkan, termasuk menyamakan seseorang dengan binatang, dapat berimplikasi pidana.
“Sekarang aturan sudah jelas, jadi masyarakat harus lebih bijak. Jangan sampai ucapan yang tidak pantas justru berujung pada masalah hukum,” pungkasnya. (rnc)




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

