“Potensi wisata Sumba sangat besar, namun SDM lokal sering kali kalah bersaing karena minimnya akses pendidikan tinggi yang relevan,” jelasnya.

Kondisi ini berdampak pada terbatasnya peluang masyarakat lokal untuk menempati posisi strategis dalam industri pariwisata yang terus berkembang.

Dorong Dampak Ekonomi Lokal

Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen Undana sebagai “Kampus Berdampak” yang berfokus pada solusi nyata bagi masyarakat. Kehadiran kampus pariwisata di Sumba diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal.

Selain membuka akses pendidikan yang lebih luas, sinergi ini juga diyakini dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal.

Dengan demikian, masyarakat Sumba diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama dalam pengembangan industri pariwisata di daerahnya sendiri. (*/rnc)

Koreksi: Sebelumnya di berita ini tertulis Kabupaten Sumba Barat Daya. Yang benar adalah Kabupaten Sumba Barat. Redaksi memohon maaf atas kesalahan penulisan nama tempat tersebut.