Menanggapi berbagai aspirasi itu, Mesak Mbura menyatakan seluruh keluhan warga telah dicatat dan akan diperjuangkan dalam pembahasan di DPRD. Namun, ia mengakui adanya keterbatasan anggaran daerah yang menjadi kendala utama.

“Usulan tetap kami perjuangkan, tetapi untuk perbaikan jalan belum bisa dipastikan waktunya karena ada efisiensi anggaran dari pusat,” jelasnya.

Terkait layanan kesehatan, Mesak menyebut pemerintah daerah terus berupaya melakukan perbaikan sistem, termasuk penyederhanaan administrasi di RSUD Naibonat agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan.

Iklan

Di sisi lain, warga juga mengeluhkan minimnya bantuan alat pertanian serta keterbatasan sumber air, seperti sumur bor. Hal ini dinilai berdampak pada produktivitas pertanian, terutama di tengah ketidakpastian hasil panen.

Mesak menegaskan pentingnya perhatian lebih terhadap sektor pertanian, tidak hanya melalui bantuan, tetapi juga strategi keberlanjutan ekonomi berbasis hasil tani.

Sebagai langkah antisipasi, warga juga diimbau untuk tidak langsung menjual seluruh hasil panen. Menyimpan sebagian hasil dinilai penting guna menjaga ketahanan ekonomi rumah tangga di tengah kondisi yang tidak menentu. (*/rnc)