Hal senada disampaikan Wakil Ketua Perhimpunan Tionghoa Ende, Johanes P. Lengkong. Menurutnya, tradisi Cheng Beng tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga sosial.

“Cheng Beng bukan sekadar ritual, tetapi juga momen penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga komunitas serta melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal,” jelasnya.

Suasana kebersamaan dan kekeluargaan tampak kental dalam kegiatan tersebut. Sejumlah warga yang merantau juga memanfaatkan momen ini untuk pulang dan berkumpul bersama keluarga.

Iklan

Tradisi Cheng Beng di Ende menjadi bukti kuatnya pelestarian budaya Tionghoa di tengah keberagaman masyarakat, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan penghormatan terhadap leluhur. (rnc16)