Ende, RakyatNTT.ID Perkumpulan Tionghoa Ende menyelenggarakan tradisi Cheng Beng (Qingming) sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, yang berlangsung di Perkuburan China, Jalan Teuku Umar, Kelurahan Rukun Lima, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, Minggu (5/4/2026).

Cheng Beng merupakan tradisi tahunan masyarakat Tionghoa yang jatuh setiap tanggal 4 atau 5 April. Ritual ini menjadi momen penting bagi keluarga untuk berziarah ke makam leluhur sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat melakukan berbagai rangkaian kegiatan seperti membersihkan makam, menabur bunga, membakar kertas sembahyang, serta memanjatkan doa sebagai bentuk bakti kepada leluhur.

Iklan

Ketua Perkumpulan Tionghoa Ende, Vinsensius TjuNg, menyampaikan bahwa tradisi ini merupakan wujud rasa syukur dan penghormatan kepada para leluhur.

“Pada hari Cheng Beng ini, kami mengucapkan terima kasih kepada para leluhur atas berkat dan perlindungan mereka. Kami datang untuk membersihkan makam, menyajikan persembahan, dan mengenang jasa-jasa mereka. Semoga leluhur selalu berbahagia dan memberikan kekuatan bagi kami dalam menjalani hidup,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Cheng Beng juga menjadi momen refleksi bagi generasi muda untuk terus menghargai nilai-nilai keluarga dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.