Selama masih ada anak perempuan putus sekolah karena miskin, ibu muda kekurangan gizi, korban kekerasan bungkam karena takut, dan perempuan pekerja keras tanpa akses kepemimpinan maka perjuangan Kartini belum selesai.

Terang Kartini tidak boleh berhenti di Jawa atau di kota besar. Ia harus sampai ke desa-desa batu, pulau-pulau kecil, lereng-lereng kering, dan rumah-rumah sederhana di NTT.

Karena ketika perempuan NTT bangkit, sesungguhnya masa depan NTT sedang dibangunkan. (*)