Tak hanya aspek keuangan, kondisi fisik dan estetika rumah sakit turut menjadi perhatian. Dominggus Kale Hia (Hanura) menilai penataan pintu masuk Instalasi Gawat Darurat (UGD) perlu dibenahi agar lebih representatif sebagai rumah sakit di kota besar.

Sementara itu, Absalom Sine (NasDem) mengkritik keras posisi ruang jenazah yang dinilai tidak layak karena berhadapan langsung dengan tempat pembuangan sampah.

Wakil Ketua Pansus, Maudy Dengah, juga menyoroti ketergantungan RSUD terhadap Dinas Kesehatan dalam pengadaan obat akibat belum tersedianya tenaga bersertifikasi B. Ia juga mempertanyakan banyaknya alat kesehatan yang belum difungsikan karena keterbatasan dokter spesialis dan tenaga ahli.

Iklan

Menanggapi berbagai kritik tersebut, Direktur RSUD S.K. Lerik, drg. Dian Sukmawati Arkiang, menjelaskan bahwa rendahnya serapan dana Gadadar disebabkan program tersebut baru diluncurkan pada Juli 2025.

“Tidak ada pengalihan anggaran. Kami tetap mengutamakan kepesertaan BPJS sesuai regulasi nasional bagi pasien yang memenuhi syarat,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak rumah sakit akan meningkatkan sosialisasi dengan melibatkan kader Posyandu serta media massa seperti TVRI agar masyarakat lebih memahami program tersebut.