Ia menilai inovasi ini berpotensi memberikan dampak luas, mulai dari menekan impor BBM, meningkatkan kesejahteraan petani, hingga mengurangi polusi dari bahan bakar fosil. Selain itu, pengembangan BOBIBOS juga diyakini mampu membuka lapangan kerja baru.

Sementara itu, Direktur Jenderal Migas ESDM, Laode Sulaeman, menyambut positif inovasi tersebut. Ia menegaskan Indonesia membutuhkan terobosan energi alternatif guna mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar impor.

“Ini bisa menjadi salah satu solusi. Nanti akan dilakukan uji pada kendaraan mobil dan motor, kita fokuskan di sana,” jelas Laode.

Untuk mempercepat proses uji coba, Laode menunjuk Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Noor Arifin Muhammad, untuk memimpin tim teknis bersama perwakilan BOBIBOS dalam menyusun kebutuhan pengujian.

Meski demikian, pemerintah mengingatkan pentingnya pemenuhan aspek perizinan lintas kementerian, terutama terkait izin edar dan komersialisasi produk sebelum dapat digunakan secara luas.

Audiensi tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat terkait, antara lain Kepala Balai Besar Pengujian Migas (LEMIGAS) Halim Sariwardana, Direktur Bioenergi Edi Wibowo, serta perwakilan Ditjen EBTKE Prof. Eniya Listiani Dewi.