Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Di tengah potret buram yang telah berlangsung selama dekade demi dekade ini, NTT kini menatap babak baru kepemimpinan. Nama-nama besar seperti Emanuel Melkiades Laka Lena, Ansy Lema, Johny Asadoma, Rudi Kabunang hingga Simon Petrus Kamlasi (SPK) mulai menghiasi ruang publik sebagai harapan baru.
Masyarakat menaruh harapan besar pada figur-figur ini, namun kita harus bersikap kritis. Melki Laka Lena dengan jaringan nasionalnya yang kuat, Ansy Lema dengan narasi keberpihakannya pada nelayan dan petani kecil, serta figur teknokrat-militer seperti Simon Petrus Kamlasi, semuanya harus diuji dengan satu pertanyaan fundamental: Beranikah mereka melakukan dekonstruksi total terhadap sistem yang korup dan tidak adil?
Siapa di antara mereka yang benar-benar membawa perubahan substansial, dan siapa yang hanya menjadi perpanjangan tangan status quo? NTT tidak butuh lagi pemimpin yang sekadar lihai dalam retorika atau nyaman dengan politik citra di media sosial. Kita butuh pemimpin yang berani merombak postur belanja operasional triliunan rupiah itu demi kepentingan rakyat jelata, berani mengaudit anggaran hingga ke tingkat desa, dan memiliki visi yang jelas untuk mengembalikan kedaulatan ekonomi ke tangan masyarakat.
