Kupang, RakyatNTT.ID Anggota DPRD NTT sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus Takandewa, menegaskan agar tidak ada pembalikan fakta terkait kondisi masyarakat Amfoang, Kabupaten Kupang.

Ia menyebut keterbelakangan pembangunan di enam kecamatan Amfoang merupakan tanggung jawab negara, bukan kesalahan rakyat.

Kepada RakyatNTT.id, Jumat (27/2/2026), Yunus menanggapi sejumlah isu yang menyebut masyarakat Amfoang belum menyatukan persepsi untuk menerima pembangunan dari pemerintah daerah maupun pusat.

“Tidak bisa begitu. Jangan balikkan fakta. Rakyat tidak boleh disalahkan. Mereka pemegang kedaulatan atas diri mereka sendiri. Negara harus hadir mendengar keluhan mereka. Jangan sekali-kali menyalahkan rakyat,” tegas Yunus.

Negara Wajib Tanggung Derita Rakyat

Menurut Yunus, kondisi ironis yang dialami masyarakat Amfoang saat ini tidak boleh dijadikan alasan pembelaan diri pemerintah, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat.

Ia menilai, pemerintah seolah mencari alasan lain untuk menghindari tanggung jawab atas penderitaan rakyat di wilayah yang hingga kini masih tergolong terisolasi tersebut.

“Sampai kapan Amfoang terisolasi? Sampai kapan masyarakat harus menyeberangi sungai dengan ekskavator? Sampai kapan?” ujarnya mempertanyakan.

Infrastruktur Dasar Masih Minim

Yunus menegaskan, persoalan utama di Amfoang adalah ketimpangan pembangunan yang berlangsung selama puluhan tahun. Menurutnya, masyarakat telah berulang kali menyuarakan aspirasi dari generasi ke generasi.

Fakta di lapangan, kata dia, menunjukkan masih banyak dusun yang belum teraliri listrik. Akses jalan dan jembatan sangat terbatas. Layanan pendidikan, kesehatan, serta jaringan telekomunikasi pun dinilai masih tertinggal.

“Jangan lagi ada alasan karena masyarakat belum bersatu. Mereka sudah lama berteriak minta perhatian. Saya tantang Pemerintah Pusat hari ini, negara ada di mana untuk menghadirkan kebutuhan rakyat Amfoang?” tegasnya.

Kritik terhadap Pernyataan Fraksi Gerindra

Pernyataan Yunus sekaligus menjadi respons atas pandangan Fraksi Gerindra DPRD NTT yang disampaikan oleh anggota DPRD NTT, Jam Piter Windi.

Jam Piter sebelumnya berharap masyarakat Amfoang dapat bersatu dan terkonsolidasi untuk menerima pembangunan, mengingat wilayah tersebut memiliki adat dan budaya yang kuat.

“Kalau ada peluang pembangunan masuk ke Amfoang, jangan ada lagi penolakan atau kendala dari masyarakat, baik masalah sosial maupun adat. Pasti kita mendukung untuk Amfoang, baik di fraksi, Banggar, maupun komisi,” ujar Jam Piter.

Menanggapi hal itu, Yunus menekankan bahwa fokus utama seharusnya adalah memastikan kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, bukan mempersoalkan sikap rakyat.

Ia menegaskan, pembangunan Amfoang harus menjadi prioritas bersama demi mengakhiri isolasi dan ketertinggalan yang telah berlangsung lama. (rnc04)