Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ende, RakyatNTT.ID – Jenazah Yohanes Edwintus Bido alias Edwin (24), tenaga kesehatan asal Kabupaten Ende yang tewas dalam penyerangan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya, akhirnya tiba di kampung halamannya pada Kamis (19/3/2026) siang.
Jenazah Edwin tiba di Bandara H. Aroeboesman Ende menggunakan pesawat Wings Air dari Bandara El Tari Kupang. Kedatangan almarhum disambut suasana duka mendalam oleh keluarga dan kerabat.
Prosesi penjemputan turut dihadiri Wakil Bupati Ende Dr. drg. Dominikus Minggu Mere, Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata, serta Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Ende Gabriel Dala.
Saat peti jenazah diturunkan dari pesawat, tangis keluarga pecah tak terbendung. Suasana haru menyelimuti bandara, menggambarkan kehilangan mendalam atas kepergian salah satu putra daerah tersebut. Prosesi dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh seorang biarawati Katolik.
Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD Ende untuk dilakukan pergantian peti. Setelah itu, almarhum diberangkatkan menuju rumah duka di Desa Nduaria, Kecamatan Kelimutu, dengan pengawalan iring-iringan kendaraan roda dua dan roda empat.
Wakil Bupati Ende, Dominikus Minggu Mere, atas nama pemerintah dan masyarakat menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Edwin saat menjalankan tugas di Papua.
Pemerintah Kabupaten Ende juga memberikan dukungan penuh kepada keluarga dengan mengawal proses pemulangan jenazah hingga ke kampung halaman, bersama Sekda dan Dinas Sosial serta aparat kepolisian dari Polres Ende.
Sementara itu, informasi yang dihimpun menyebutkan insiden penyerangan terjadi di sekitar Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw pada Senin (16/3/2026) pukul 11.37 WIT.
Peristiwa bermula saat empat tenaga kesehatan dalam perjalanan dari Rumah Sakit Pratama Fef menuju Sorong. Namun di tengah perjalanan, kendaraan mereka diadang oleh sekelompok orang tak dikenal.
Dalam situasi tersebut, dua tenaga kesehatan bernama Hamzah dan Robby berhasil melarikan diri ke Pos TNI Distrik Bamusbama untuk mencari perlindungan.
Sementara dua lainnya, yakni Yeremia Lobo dan Edwin, tertinggal di lokasi dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Hingga kini, aparat keamanan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik penyerangan tersebut.
Paman korban, Reinhard Nussy (30), mengungkapkan bahwa Edwin baru datang ke Papua Barat Daya pada Januari 2025 untuk mencari pekerjaan. Selama di sana, Edwin dikenal sebagai sosok yang ceria, terbuka, dan mudah bergaul.
“Dia lebih banyak bersama tenaga kesehatan dan tidak pernah bepergian sendiri. Saat mendapat kabar meninggal sekitar pukul 12.00 WIT, saya sangat kaget,” ujar Reinhard.
Kepergian Edwin meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat Ende yang kehilangan salah satu putra terbaiknya di medan pengabdian. (*/rnc16)
