Menanggapi hal itu, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan tengah mendorong peningkatan penerimaan negara bersama Kementerian Keuangan, salah satunya melalui implementasi sistem inti administrasi perpajakan baru atau Coretax.

Pemerintah juga akan mengevaluasi berbagai kebijakan fiskal untuk memitigasi risiko dari sisi penerimaan negara yang dinilai masih lemah oleh Fitch.

Selain itu, Fitch turut menyoroti besarnya belanja sosial pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproyeksikan menyerap sekitar 1,3 persen dari PDB selama periode 2025–2029.

Iklan

Berdasarkan sejumlah faktor tersebut, Ibrahim memprediksi pergerakan rupiah pada perdagangan selanjutnya masih akan fluktuatif dan berpotensi melemah dalam kisaran Rp16.920 hingga Rp16.960 per dolar AS.

Sementara untuk pekan depan, rupiah diperkirakan berpotensi menembus level Rp17.000 per dolar AS.

“Pergerakan rupiah dalam minggu depan berada di kisaran Rp16.850 hingga Rp17.100 per dolar AS,” ujar Ibrahim. (*/rnc)