Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Wakil Ketua II PHDI Kota Kupang, I Gusti Ngurah Suarnawa, menambahkan bahwa Tawur Kasanga merupakan bagian dari upacara Bhuta Yadnya untuk menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Filosofi Ogoh-Ogoh dan Persiapan Nyepi
Ogoh-ogoh tidak sekadar karya seni, tetapi memiliki makna filosofis sebagai simbol Bhuta Kala atau energi negatif. Prosesi pengarakan hingga pembakaran melambangkan upaya menetralisir sifat buruk menjadi energi positif.
Ritual ini menjadi bagian penting sebelum umat Hindu menjalani Catur Brata Penyepian pada 19 Maret 2026, yakni Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungaan, dan Amati Lelanguan.
Keheningan Nyepi dimaknai sebagai momentum refleksi diri untuk menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan Tuhan dalam konsep Tri Hita Karana.
Apresiasi untuk Kota Kupang
PHDI Kota Kupang juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang atas dukungan terhadap perayaan keagamaan umat Hindu.
Dengan semangat toleransi yang kuat, Kota Kupang kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu kota dengan tingkat kerukunan beragama terbaik di Indonesia.
Rangkaian perayaan Nyepi 1948 Saka akan ditutup dengan prosesi Ngembak Geni pada 20 Maret 2026, sebagai simbol awal kehidupan baru yang penuh kedamaian dan kebersamaan. (*/rnc)
