Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Kami ingin mereka memahami mengapa sesuatu harus dihindari, karena itu bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain,” kata IPDA Godelfridus usai memimpin upacara di SDK Ruteng 2.
Para siswa diingatkan untuk menjauhi perbuatan yang bertentangan dengan norma agama, adat, dan hukum. Edukasi juga mencakup penggunaan media sosial secara bijak, bahaya narkoba dan minuman keras, pencegahan tawuran, serta kewaspadaan terhadap informasi hoaks.
Lebih dari itu, para pelajar didorong untuk fokus belajar, meraih cita-cita, dan menjadi kebanggaan keluarga serta masyarakat.
Sinergi Polisi dan Dunia Pendidikan
Program Polisi untuk Masyarakat mendapat respons positif dari pihak sekolah. Para kepala sekolah menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pembinaan yang diberikan Polres Manggarai.
Kehadiran polisi dalam upacara dinilai mampu memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan aparat keamanan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif.
Dengan pelaksanaan rutin setiap pekan, Polres Manggarai berharap kesadaran hukum dan integritas generasi muda semakin kuat sejak bangku sekolah. Generasi yang menghargai hukum diyakini menjadi fondasi utama terciptanya masyarakat yang damai, tertib, dan sejahtera di Manggarai. (*/rnc)
