Jakarta, RakyatNTT.ID Program makan bergizi gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) terbukti memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan ekonomi di daerah. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diketahui rata-rata menerima dana sebesar Rp1 miliar per bulan.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa besarnya dana yang digelontorkan tersebut mampu menciptakan perputaran ekonomi yang masif, terutama di wilayah dengan jumlah SPPG yang besar seperti Jawa Barat.

“Jadi, 1 SPPG rata-rata akan menerima uang Rp1 miliar per bulan. Kalau di Jawa Barat sudah ada 5.000 SPPG, itu artinya uang di Jawa Barat beredar Rp5 triliun per bulan,” ujar Dadan dalam keterangannya, Kamis.

Ia menambahkan, dalam kurun waktu 2,5 bulan pelaksanaan program, total perputaran dana di Jawa Barat saja telah mencapai sekitar Rp11 hingga Rp12 triliun. Menurutnya, angka ini menunjukkan bagaimana program MBG mampu menggerakkan roda ekonomi secara nyata di tingkat lokal.

Penyaluran Dana Langsung ke Daerah

Dadan mengungkapkan bahwa sebagian besar anggaran Badan Gizi Nasional langsung disalurkan ke daerah melalui mekanisme virtual account yang terhubung dengan seluruh SPPG di Indonesia.