Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
So’E, RakyatNTT.ID – Polres Timor Tengah Selatan (TTS) menggelar Apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Kepolisian Kewilayahan “Semana Santa Turangga-2026”, Selasa (31/3/2026) pukul 08.00 Wita di Lapangan Apel Polres TTS.
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres TTS, AKBP Hendra Dorizen, S.H., S.I.K., M.H. Turut bertindak sebagai Perwira Apel AKP Agustinus H.D. Solle, sementara Komandan Apel dijabat Ipda Arya Arsenio Bimantoro, S.Tr.I.K.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Pejabat Utama Polres TTS, satu peleton Kodim 1621 TTS, peleton Sat Samapta, Sat Lantas, gabungan staf Polres, serta personel dari Sat Reskrim, Intelkam, Narkoba, dan Tahti. Selain itu, turut ambil bagian perwakilan dari Pol PP, Dishub, BPBD, Senkom, hingga Banser Kabupaten TTS.
Apel juga dihadiri sejumlah pejabat dan perwakilan instansi, seperti Asisten I Setda TTS Denny Nubatonis yang mewakili Bupati TTS, Wakil Ketua DPRD TTS Yoksan Benu, unsur TNI, Pengadilan Negeri Soe, Kejaksaan Negeri Soe, serta perwakilan berbagai OPD dan tokoh keagamaan.
Dalam amanat Kapolda NTT yang dibacakan Kapolres TTS, disampaikan apresiasi kepada seluruh pihak atas keberhasilan pengamanan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah yang berlangsung aman dan kondusif.
Disebutkan, masyarakat NTT yang mayoritas beragama Kristen akan memasuki rangkaian perayaan Paskah yang memiliki nilai spiritual tinggi, sehingga berdampak pada meningkatnya mobilitas dan aktivitas keagamaan.
“Hal ini tentu berpotensi menimbulkan berbagai kerawanan yang harus diantisipasi secara optimal,” demikian kutipan amanat tersebut.
Operasi “Semana Santa Turangga-2026” akan berlangsung selama 15 hari, mulai 1 hingga 15 April 2026. Sebanyak 3.227 personel dilibatkan, terdiri dari 1.319 personel Polri dan 1.908 personel TNI serta instansi terkait.
Pengamanan akan difokuskan pada 1.113 gereja di seluruh wilayah NTT, dengan 432 gereja menjadi prioritas utama. Selain ibadah misa, aparat juga akan mengamankan kegiatan arak-arakan atau pawai keagamaan di luar gereja.
Untuk mendukung kelancaran operasi, disiapkan 85 pos pengamanan yang terdiri dari 38 Pos Pengamanan (Pos Pam), 26 Pos Pelayanan (Pos Yan), dan 21 Pos Terpadu.
Kapolda NTT dalam amanatnya juga menekankan sejumlah hal penting kepada seluruh personel, di antaranya prioritas pengamanan tempat ibadah, pemetaan daerah rawan, peningkatan patroli, serta pelibatan tokoh masyarakat dan agama dalam menjaga situasi kamtibmas.
Selain itu, personel juga diminta mengantisipasi potensi konflik sosial, kejahatan konvensional, hingga bencana alam, serta memastikan kelancaran lalu lintas dan keselamatan transportasi laut.
“Keberhasilan operasi ini merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, mari kita jaga sinergitas dan soliditas guna memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tutup amanat tersebut. (rnc26)
