“Kualitas kredit kita bagus. NPL 0,7 persen. Bank lain di atas 3 persen. Bank Mandiri secara nasional, NPL-nya di bawah 1 persen,” jelas Dewa Made Sugianta.

Menurut Dewa Made Sugianta, strategi yang dilakukan untuk menjaga kualitas kredit adalah dengan terus meningkatkan penerapan prinsip kehati-hatian dalam melakukan penyaluran kredit. Dengan demikian, dalam menilai kelayakan calon debitur, prinsip 5C haruslah diterapkan sehingga risiko gagal bayar bisa diminimalisir.

Adapun prinsip 5 C yakni Character (karakter), Capacity (kapasitas atau kemampuan), Capital (modal), Collateral (jaminan) dan Condition (kondisi).

Iklan

“Paling utama itu karakter. Tapi secara keseluruhan prinsip 5C itu penting untuk menilai kelayakan calon debitur. Selain itu, kita juga bisa cek histori pinjaman calon debitur,” jelasnya.

Asistant Vice President, Zuzy Popyani Lodorohi menambahkan, kualitas kredit tetap terjaga karena pihaknya memang berkomitmen menjaganya sejak awal penyaluran kredit.

“Kami menjaga kualitas itu bukan hanya di akhir, tapi kami jaga kualitas di awal,” ujar Zuzy Popyani Lodorohi.

Zuzy menyebutkan, menjaga kualitas di awal berarti calon debitur harus diseleksi atau dianalisis dengan baik.

“Setelah kredit dilayani, kita tetap menjalin komunikasi yang baik dengan nasabah. Kita berusaha jaga kualitas kredit sampai akhir pengembalian,” ungkapnya. (rnc)