Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Seba, RakyatNTT.ID – Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pemerataan akses telekomunikasi di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di wilayah yang masih tergolong blank spot.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pertemuan antara Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si, dengan manajemen PT Dayamitra Telekomunikasi Indonesia (Mitratel), mitra Telkomsel, yang berlangsung di ruang kerja Wakil Bupati, Senin (16/3/2026).
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari surat resmi Bupati Sabu Raijua terkait permohonan pembangunan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) di sejumlah wilayah yang belum terjangkau jaringan komunikasi.
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Thobias Uly menyoroti masih banyaknya daerah di Sabu Raijua yang belum memiliki akses jaringan telekomunikasi. Kondisi ini dinilai menjadi kendala serius dalam peningkatan kualitas layanan publik.
“Kami berkomitmen memastikan seluruh masyarakat Sabu Raijua mendapatkan akses informasi yang setara. Untuk itu, kami membutuhkan dukungan dari Mitratel sebagai mitra strategis pembangunan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keterbatasan jaringan komunikasi berdampak langsung pada sektor pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.
Menanggapi hal tersebut, pihak Mitratel menyatakan kesiapan untuk membangun BTS di 13 titik yang telah melalui proses survei dan verifikasi. Lokasi tersebut tersebar di lima kecamatan, yakni Sabu Barat, Sabu Tengah, Sabu Timur, Sabu Liae, dan Hawu Mehara.
Meski demikian, terdapat sejumlah tantangan di lapangan, seperti persoalan status kepemilikan lahan dan beberapa titik yang berada dalam kawasan hutan. Hal ini berpotensi menghambat proses pembangunan jika tidak segera ditangani.
Wakil Bupati pun memastikan dukungan penuh dari pemerintah daerah untuk mengatasi kendala tersebut. Ia menegaskan bahwa perangkat daerah terkait akan segera melakukan mediasi dengan pemilik lahan serta berkoordinasi dengan pemerintah pusat.
“Kami tidak ingin persoalan administrasi dan lahan menjadi penghambat. Pemerintah daerah akan bergerak cepat dan memastikan proses perizinan berjalan lancar,” tegasnya.
Selain itu, Pemkab Sabu Raijua juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan guna memperoleh izin pada lokasi yang masuk kawasan hutan.
Pihak Mitratel turut berharap adanya dukungan pemerintah daerah dalam kemudahan perizinan saat memasuki tahap konstruksi. Sinergi ini dinilai menjadi langkah penting dalam mempercepat pembangunan infrastruktur digital di wilayah kepulauan tersebut.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh Asisten I Sekda, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, serta Camat Sabu Barat, yang menegaskan kesiapan lintas sektor dalam mendukung proyek strategis ini.
Dengan pembangunan BTS di 13 titik, diharapkan konektivitas digital di Sabu Raijua semakin merata, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas layanan publik, serta membuka akses informasi bagi seluruh masyarakat. (*/rnc)
